TV Digital Tidak Perlu Internet

TV Digital Tidak Perlu Internet

CB Blogger
CB Blogger

TV Digital Tidak Perlu Internet


Digital identik dengan internet. Namun, TV Digital sama sekali tidak memerlukan koneksi internet.


Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), siaran TV digital tidak membutuhkan jaringan internet atau pulsa.


"Ada yang mengira digitalisasi TV itu, nanti TV analog berubah harus dengan internet. Tidak." kata Staf Ahli Bidang Hukum Kemkominfo Henri Subiakto dalam webinar Sosialisasi TV Digital, Kamis (29/7/2021), dikutip Liputan6.com.


Dalam webinar yang disiarkan di kanal Youtube Kemkominfo TV, Henri mengatakan bahwa TV digital tidak membutuhkan internet atau jaringan yang membuat penggunanya harus menghabiskan pulsa.


"Ini benar-benar hampir sama dengan TV yang kita pakai di rumah selama ini," kata Henri.


"TV analog terestrial ketika dipindahkan ke TV digital, tidak perlu internet, tetapi yang diperlukan adalah set top box," katanya. 


Henri menjelaskan, set top box akan dipakai untuk TV yang tidak memungkinkan perangkat menerima siaran digital secara langsung.


Menurutnya, apabila TV yang digunakan merupakan TV yang sudah bisa menerima siaran digital secara langsung, pengguna tinggal mencari siaran tersebut tanpa harus menggunakan set top box.


Henri melanjutkan, switch off TV analog rencananya akan dimulai pada 17 Agustus 2021 di Aceh. Namun, menurutnya ada beberapa daerah di sana yang baru dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2021.


Dia menyebut, analog switch off bukan sekadar mengubah teknologi yang dulunya analog menjadi digital, meski tak bisa dipungkiri ada perubahan teknologi di sana.


"TV kita nanti akan semakin cerah, semakin bersih, tidak ada semutnya. Betul-betul cerah sekali, tetapi bukan hanya itu," kata Henri.


Selain membuat kualitas siaran televisi lebih baik, menurut Henry, digitalisasi televisi penting untuk penataan frekuensi. Ia menjelaskan bahwa di masa TV analog, satu TV bisa menghabiskan frekuensi 8 megahertz (MHz).


"Nantinya 8 MHz itu ketika digital dipakai untuk sembilan atau bahkan bisa lebih sampai 12. Itulah yang ada namanya penghematan frekuensi," kata Henri.*


No comments:

Post a Comment